Translate

Sabtu, 13 September 2014

contoh naskah drama

Naskah dramaa
Malin Kundang
PROLOG: dulu, hiduplah seorang wanita tua dengan anaknya yang bernama Malin. Mereka hidup menderita dan bergantung pada hasil hutan.]
Ibu: "Malin, datang ke sini anak, membantu saya untuk membawa kayu bakar ini. "
Malin: "Ya ibu, tunggu sebentar." (Malin membantu ibunya)
Malin: "Ibu, berapa lama kita akan bertahan dengan kondisi ini? Saya ingin ada perubahan dalam hidup kita."
Ibu: "Entahlah, Ibu tidak tahu Malin, kita harus bersabar dan jangan berhenti berdoa kepada Allah. "
Malin: "Ibu, aku punya ide, biarkan aku pergi untuk mengubah keberuntungan saya? Siapa tahu aku akan menjadi orang kaya."
Ibu: ...
[Malin dan ibunya kembali ke rumah, tapi ibunya hanya diam tentang ide. Setelah mereka tiba di rumah.]
Malin: "Bu, bagaimana dengan ide saya?"
Ibu: "Saya pikir itu bukan ide yang baik anakku. Karena, jika kamu pergi, siapa yang akan menjagaku di sini."
Malin: "Tapi Ibu, jika saya tidak mengubah peruntungan, bagaimana kita bisa bertahan? Saya berjanji Ibu, jika bisa menjadi orang kaya, saya akan kembali. Tenang saja Ibu, saya akan berbicara dengan Dayat, supaya menengok Ibu setiap hari hingga saya kembali ke rumah."
[Ibu Malin tidak bisa melarang apa Malin inginkan. Akhirnya, dia setuju dengan ide Malin.]
Ibu: "Baiklah, jika itu memang keinginanmu, Malin! Tapi, kamu harus pegang janjimu untuk kembali ke kampung ini."
[Malin pergi ke rumah Dayat untuk memintanya menjaga ibunya, hingga ia kembali dari perantauan membawa uang yang banyak. Dayat merupakan sahabat Malin, yang selalu ke mana-mana suka maupun duka.]
Dayat: "Kamu mau ke mana, Malin?"
Malin: "Besok, aku akan merantau untuk mengubah nasib."
Dayat: "Apa? Jika kamu pergi merantau, siapa yang akan menjaga Ibumu di sini?"
Malin: "Karena itu, aku mendatangimu. Aku ingin menjaga Ibuku—tengoklah ia setiap hari itu sudah cukup baginya—hingga aku kembali.”
Dayat: "Oh, baiklah kalau begitu. Ingat pesanku untukmu, jangan lupakan kita yang ada di sini, Malin."
[Keesokan harinya, Ibu Malin mengantarkan anaknya ke pelabuhan.]
Ibu: "Jaga dirimu baik-baik, Nak. Cepatlah pulang, setelah kamu sukses di rantau.”
Malin: "Ya Ibu, doakan saya supaya saya cepat mendapat rezeki yang banyak.”
Malin: “Dayat, tolong kamu jaga Ibu saya baik-baik. Terima kasih sebelumnya. Selamat tinggal.”
Dayat: "Jangan khawatirkan soal itu, Malin. Saya berjanji akan merawat ibumu sepenuh jiwa raga saya. Jaga dirimu baik-baik. "
Ibu: "Selamat jalan, Anakku."
Dayat: "Selamat jalan, Malin."
[Akhirnya, Malin memulai peruntungannya di perantauan. Ia pergi berlayar dengan saudagar kaya. Di kapal, Kapten memberinya pekerjaan sebagai kru. Kapten memiliki putri semata wayang, yang telah menjadi seorang anak gadis cantik. Nama anak gadis Kapten adalah Ningrum. Ketika Malin melihatnya, ia jatuh hati. Hal ini memberikan semangat kepada Malin untuk bekerja lebih giat lagi.]
Malin: (Berkata di dalam hati, saat melihat Ningrum mendatanginya) "Ningrum sangat cantik. Aku menyukainya, dan harus menikahinya. Dengan begitu, jika sesuatu terjadi pada ayahnya, warisannya akan jatuh ke tanganku, sehingga aku akan menjadi orang kaya.”
Ningrum: "Apakah kamu melihat ayahku?”
Malin: "Hmm, saya tidak melihatnya. Mungkin ia pergi ke dapur. Cobalah ke sana untuk melihatnya."
Ningrum: "Oh, baiklah. Saya akan ke sana menemuinya."
Malin: [Tersenyum] "Ya, silakan Nona. Apakah perlu kuantar?”
Ningrum: [Hanya tersenyum, sambil berjalan meninggalkan Malin.]
[Sementara itu, di kampung halaman Malin, Ibu Malin sangat gelisah. Ia resah bagaimana Malin menjalani kehidupannya di perantauan. Apakah Malin sehat? Apakah Malin bisa menjaga dirinya baik-baik? Semua pertanyaan-pertanyaan khas orang tua yang khawatir akan anaknya menggelayut menjadi beban pikiran Ibu Malin. Sementara itu, ia juga khawatir Malin tidak pulang kembali ke kampung halamannya, dan melupakan dirinya.]
Ibu: "Dayat, saya rindu sekali dengan Malin. Kira-kira, kapankah ia kembali? Apakah ia baik-baik saja saat ini?
Dayat: "Jangan takut, Ibu. Malin akan pulang. Ia telah berjanji. Sementara itu, biarkan saya menjaga Ibu.”
Ibu: "Ya, terima kasih, Dayat. Entah, apa jadinya saya tanpa bantuanmu."
Dayat: “Jangan terlalu dipikirkan, Ibu.”
[Suatu hari, kapten memanggil Malin, karena ia akan menaikkan jabatan Malin atas prestasi kerjanya selama ini. Dengan jabatan ini, dalam beberapa tahun, membuat Malin menjadi orang kaya.]
Malin: "Sekarang, saya kaya raya. Saya dapat membeli semuanya dengan uang saya. Karena itu, Ningrum harus menikah dengan saya.”
[Semakin hari, Ibu Malin semakin merindukan anaknya. Ketuaannya membuat ia lelah menunggu Malin. Namun, Dayat selalu memberikan dukungan untuk Ibu Malin, bahwa Malin yang akan datang kembali dan orang kaya.]
Dayat: "Jangan sedih, Ibu."
Ibu: "Saya lelah, Dayat. Saya lelah menunggu Malin. Kita tidak pernah mendapatkan berita dari Malin sedikit pun.”
Dayat: "Saya percaya Ibu, bahwa Malin akan datang kembali dan menjadi orang kaya.”

Ibu: "Apakah kamu yakin, Dayat?"
Dayat: "Ya, Ibu. Jangan sedih lagi ibu."
[Setelah Malin telah menjadi orang kaya, Malin menikahi Ningrum. Mereka hidup bahagia dan menjadi pasangan yang romantis.]
Malin: “Sayang, apa yang sedang kamu pikirkan?”
Ningrum: “Malin suamiku, kita kan sudah menikah. Bagaimana kalau kita berbulan madu?”
Malin: “Sepertinya, itu ide bagus, bagaimana kalau kita Pulau Dua Angsa?”
Ningrum: “Wah, pulau itu sangat bagus. Saya setuju.”
Malin: “Oke! Kalau begitu, kita ke sana besok.”
[Keesokan harinya, Malin serta istrinya berlayar ke Pulau Dua Angsa. Dalam perjalanannya, mereka singgah ke kampung halaman Malin, untuk mengisi berbagai perbekalan. Tapi, Malin tidak menemui Ibunya seperti yang telah dijanjikan. Ia hanya berjalan-jalan di sekitar dermaga saja. Ketika itu, Dayat – sahabat Malin – melihatnya.]
Dayat: "Malin? Apakah dia Malin? Ya, seperti dia adalah Malin. Saya harus mengatakan itu kepada Ibunya."
[Dayat pergi ke rumah Ibu Malin untuk mengabarkan kedatangan Malin. Ia sangat senang mengetahui Malin datang ke kampung halamannya. Jika, Ibu Malin mengetahui berita ini, tentu hatinya bahagia.]
Dayat: "Ibu... Ibu ..."
Ibu: "Ya, saya di sini, Dayat."
Dayat: "Ibu, Malin pulang. Ia ada di pelabuhan sekarang. Tampaknya, ia telah menjadi orang kaya sekarang!"
Ibu: "Apa kamu yakin kalau yang kamu lihat adalah Malin?"
Dayat: "Ya, saya yakin Bu. Saya tidak mungkin bisa melupakan wajahnya. Saya masih ingat wajah Malin."
Ibu: "Jika apa yang kamu lihat benar, ayo temani saya pergi ke sana."
[Dayat mendampingi Ibu Malin untuk menemui anaknya. Sesampainya di pelabuhan, Ibu Malin memang melihat anaknya. Saking harunya, air mata keluar dari matanya. Ia memanggil Malin dari kejauhan untuk kemudian mendekatinya.]
Ibu: "Malin, Malin, anakku! Malin …"
Ningrum: "Siapa itu wanita tua, Suamiku?"
[Malin tidak menjawab pertanyaan Ningrum, karena tenggorokannya tercekat tidak bisa menjawab pertanyaannya dari istrinya.]
Ningrum: "Siapa dia, Suamiku?"
Ibu: “Malin, siapa ia? Apakah ia Istrimu? Ia sungguh wanita yang sangat cantik.“ [Ibu Malin membuka tangannya untuk memeluk menantunya.]
Ningrum: [Tapi, Ningrum menepis pelukan itu.] "Issh, jangan sentuh aku!"
Malin: "Jangan kamu menyentuhnya! Dasar wanita kotor! Kulitmu bisa mengotori kulitnya!"
Ningrum: "Siapa wanita tua ini, Malin? Benarkah ia Ibumu? Uh, ia benar-benar sangat kotor."
Malin: "Saya tidak tahu. Saya tidak mengenal wanita ini. "
Ibu: "Malin, anakku. Kenapa kamu ini, Nak? Apa salah Ibu? Aku ini Ibumu. Ibumu. Kamu telah berjanji untuk kembali ke kampung ini untuk menemuiku, jika kamu sudah kaya. Sekarang kamu sudah kaya, dan bukankah kedatanganmu ke sini untuk menemuiku?”
Malin: "Cih, Ibuku? Mengaku-ngaku saja kamu sebagai Ibu? Saya tidak mengenal kamu. Jika saya kaya, tentu Ibu saya juga kaya. Tidak sepertimu, kotor dan bau!”
Ibu: "MALIN!!!” [Ibu Malin berkata keras.]
Ibu: “Saya Ibumu—ibu yang telah melahirkanmu! Saya bisa mengatakan fakta tentang dirimu."
Ningrum: "Pergi saja kamu, wanita tua."
Ibu: "Malin ... Malin ..."
Malin: "Pergi. Pergilah sekarang, kamu!"
Dayat: "MALIN! Lupakah kamu terhadap Ibumu? Lupakah kamu terhadap saya—sahabat baikmu? Ini Ibumu, Malin. Ibumu."
Malin: "Tidak, saya tidak lupa. Saya benar-benar tidak mengenal kamu dan wanita tua itu. Seingat saya, saya tidak pernah memiliki sahabat sepertimu."
Dayat: "Jahat, kamu! Celakalah kamu, Malin."
Ibu: "Ingat saya, Nak? Saya adalah ibumu."
Dayat: "Tolong, ingat ibumu, Malin. Ia selalu menunggumu kembali ke kampung halamanmu. Ingatlah janjimu, Malin."

[Malin tidak peduli. Ia menyeret Ibunya dengan kasar, hingga wanita tua itu jatuh tersungkur.]
Malin: Jangan panggil aku sebagai anakmu, wanita kotor! Ayo, Ningrum, kita harus pergi secepatnya dari tempat ini sebelum wanita ini mengotori wajah kita."
Ningrum: "Ya, Suamiku."

[Setelah mendorong paksa Ibunya pergi, Malin kembali ke kapalnya. Sementara Ibunya, masih berteriak memanggil-manggil namanya.]
Ibu: “Malin ... Malin ... Jangan biarkan Ibumu Malin!!!“
[Hilang sudah kesabaran Ibu Malin melihat tingkah anaknya. Lalu, dengan kesal ia mengucap asal kalimat “jadilah batu!”. Kata-kata seorang Ibu yang sedang marah menjadi doa yang didengar oleh Tuhan.]
Ibu: “Ya Tuhan, kenapa anakku seperti itu? Apa salahku? Apa dosaku? Ia sama sekali melupakanku. Saya tidak terima perlakuan itu darinya. Sekarang hilang sudah kesabaranku. Aku mengutuknya: Jadilah batu!!!”

[Setelah itu, tiba-tiba datanglah badai menghancurkan Kapal Malin, petir menyambar tubuhnya. Dan ...]

Malin: “Apa yang terjadi? Tubuh saya tidak bisa digerakkan! Maafkan saya, Ibu. Maafkan saya ...!”

Ningrum: “Apa yang terjadi? Apa yang terjadimu, Malin? Kamu kenapa?”

[EPILOG: Malin pun berubah menjadi batu, ketika ia meminta ampun kepada Ibunya. Kapal, kru serta istrinya tenggelam ke dasar laut. Itulah hasil jika kita memberontak kepada orang tua kami terutama untuk ibu kita.]


malin Kundang
Disebuah desa bernama suka maju hiduplah seorang pemuda yg bernama Malin. Ia hidup bersama ibunya, sedangkan ayahnya telah lama meninggal dunia. Suatu hari Malin menyampaikan keinginannya kepada ibunya untuk pergi merantau ke kota.

Malin : “Bu, saya mau pergi merantau ke kota saja,siapa tahu disana saya bisa mendapat
pekerjaan demi kehidupan kita.”
Ibu : “Kau yakin nak? Mencari pekerjaan di kota besar itu lebih sulit daripada mencari
pekerjaan di desa kita ini”
Malin : “Saya yakin Bu, tolong izinkan saya ya! “
Ibu : “Baiklah kalau itu keinginan mu,Ibu izinkan.“
Esok paginya berangkatlah Malin ke kota untuk mencari pekerjaan.
Tempat demi tempat ia datangi,tetapi hasilnya nihil.
Sampai suatu ketika Ia melihat seorang wanita cantik sedang belanja di pasar.Tiba-tiba tas sang wanita tersebut dijambret oleh seorang lelaki.
Cahaya : “Tolong, jambret !!!!! jambret!!!!!”
Malin segera menolong Cahaya dan mengejar pejambret tersebut.Akhirnya Ia berhasil menangkap pejambret itu dan menghakiminya.
Pejambret : “Ampun bang, ampun . . . “
Malin : “ Kurang ajar kau, beraninya hanya dengan perempuan !!”
Pejambret : “Ampun bang . . Ampun !!”
Malin : “Ikut saya kekantor polisi !”
Lalu sang pejambret dibawa Malin ke kantor polisi untuk mendapat proses hukum selanjutnya.
Cahaya : “Terimakasih ya sudah menolong saya, untuk ungkapan rasa terimakasih,maukah anda kerumah saya dulu . . ?”
Malin : “Tentu nona”
Cahaya : “Jangan panggil saya nona, nama saya cahaya”.
Singkatnya, Malin tiba dirumah cahaya dan kemudian berkenalan dengan sang ayah. Semenjak kejadian itu Malin diangkat sebagai karyawan dan menjadi akrab dengan cahaya. Karena keakrabannya,sampai-sampai Malin hampir tidak ingat lagi dengan sang Ibu dikampung. Tidak lama kemudian,mereka menikah.
Setelah menikah dengan Cahaya,Malin bekerja sebagai karyawan mertuanya.
Tak sengaja,kapalnya singgah di desa suka maju,tempat Ia dan Ibunya tinggal. Seorang kerabat melihat Malin bertepi dan segera mengabarkan Ibu Malin.
Tetangga : “Mak,mak.. Malin pulang mak,dia bertepi di pelabuhan!!!”
Ibu : “Malin pulang??Terimakasih Uni atas kabarnya!”
Syukur Alhamdulillah anakku pulang (dalam hati)
Tetangga : “Ayo Mak,kita kesana!”
Mendengar kabar itu sang Ibu merasa senang sekali. Hari yang ditunggu sang ibu pun tiba.
Ibu : “Malin , Malin (berteriak), Malin anakku , kau sudah kembali nak. Ibu sangat merindukanmu.”
Karena malu mengakui Ibunya,Malin pun berbohong.
Malin : “Siapa kau ?? Ibu ku sudah lama meninggal!!!”
Ibu : “Ini Ibumu nak,aku yang melahirkan dan membesarkanmu,mengapa engkau seperti ini??”
Malin : “Tidak,kau bukan Ibuku,Ibuku telah meninggal.”
Cahaya : “Apa benar dia itu Ibumu Kang??Lalu kenapa engkau tidak mengakui dia??”
Malin : “Tidak !! Dia bukan Ibuku !! (bergegas meninggalkan Ibunya)
Kemudian sang ibu menangis sedih, anak yang dilahirkan dan dibesarkannya tidak mengakuinya.
Air matanya berlinang. Malin segera pergi dari desa.
Ibu : “Ya ALLAH,mengapa anakku satu-satunya seperti itu??Aku yang melahirkan dan membesarkan dia Ya ALLAH.Berilah Ia teguranmu,sesungguhnya Ia adalah anak yang durhaka!!!”
Tiba-tiba di tengah perjalanan,badai datang,angin bertiup kencang,gelombang air laut naik,kilat menyambar-nyambar,kapal pun terguncang.
Malin : “Ada apa ini??Badai begitu besar”
Tiba-tiba kilat menyambar malin.
Malin : “Aaaaarrrrrggggghhhhh……!!!!!!!!”
Seketika Ia menjadi batu…

Naskah Drama Roro Jonggrang
                                                               

    Pada zaman dahulu kala di Prambanan Jawa Tengah,berdiri dua buah kerajaan Hindu yaitu Kerajaan Pengging dan Kraton Boko. Kerajaan Pengging dipimpin oleh raja yang bijaksana yaitu Prabu Damar Moyo. Dan mempunyai seorang anak putra yang bernama Raden Bandung Bondowoso. KratonBoko berada pada wilayah kekuasaan kerajaan Pengging yangdi perintah oleh raja yang tidak berwujud manusia yaitu raja Prabu Boko yang memiliki seorang putri yang cantik jelita bernama putri Roro Jonggrang. Prabu Boko juga memiliki Patih raksasa yaitu Patih Gupolo. Prabu Boko ingin menguasai Kerajaan Pengging,maka ia dan Patih Gupolo mengumpulkan kekuatan dan mengumpulkan bekal. Setelah persiapan dirasa cukup maka berangkatlah Prabu Boko dan prajurit. Sesampainya di kerajaan Pengging ..
Pengawal Damar Moyo: Siapa kalian? dan mengapa kalian datang kesini?
Patih Gupolo: Kami dari kerajaan Kraton Boko,kami ingin merebut kekuasaan kerajaan ini
Pengawal Damar Moyo: Ooohh TIDAK BISA! sbelum kalian menghadap raja,hadapilah kami dahulu
Prabu Damar Moyo: Apa salah kami sehingga kalian ingin merebut kekuasaan dari kerajaan ini
Patih Gupolo: sudahlah raja kita serang saja mereka!
    Terjadilah pemberontakan antara kedua kerajaan. Banyak korban berjatuhan dikedua belah pihak dan rakyat pengging menjadi menderita. mengetahui rakyatnya menderita maka dia mengutus anaknya Bandung Bondowoso untuk balas dendam kepada Prabu Boko.
Prabu Damar Moyo: Wahai anakku.. balaskanlah dendam ayah pada kerajaan Boko,karena mereka rakyat kita menjadi miskin dan kelaparan
Bandung Bondowoso; Baiklah ayah akan aku lakukan
   Maka berangkatlah Bandung Bondowoso menuju kerajaan kraton Boko, ketika di perjalanan ia bertemu dengan Patih Gupolo dan Prabu Boko
Patih Gupolo: Siapa kau? sepertinya kau bukan rakyat dari kerajaan ini
Bandung Bondowoso: Memang bukan! aku adalah Raden Bandung Bondowoso putra Prabu Damar Moyo dari kerajaan Pengging. Tujuan ku datang kesini ingin membalaskan dendam ayahku terhadap rajamu
Prabu Boko: ada apa ini? dan siapa kau?
Bandung Bondowoso: aku adalah Bandung Bondowoso aku ingin membalaskan dendam ayahku padamu karena kau telah membuat rakyat ku menjadi menderita
   Dan terjadilah perang yang sangat sengit anatara Bandung Bondowoso melawan Prabu Boko. Karena kesaktian Bandung Bondowoso prabu Boko dapat dibinasakan. Melihat rajanya tewas maka patih Gupolo melarikan diri dan Raden Bandung Bondowoso mengejar patih ke kerajaan kraton Boko. Sesampainya di kerajaan Boko..
Patih Gupolo: putrii..putrii (sambil tergesa2)
Roro Jonggrang: ada apa patih? apa yang telah terjadi?
Patih Gupolo: Ayah putri telah tewas dibunuh oleh Bandung Bondowoso
    Setelah Patih Gupolo melaporkan pada Putri Roro Jonggrang maka menangislah putri,sedih hatinya karena ayahnya tewas,dan Patih Gupolo pun pergi meninggalkan Kerajaan Kraton Boko. Sesampainya Bandung Bondowoso di Kraton Boko terkejutlah ia melihat Putri yang cantik jelita
Bandung Bondowoso: Wahai putri yang cantiksiapa namamu?
Roro Jonggrang: aku adalah putri Roro Jonggrang
Pengawal Roro: siapa kau?
Bandung bondowoso: Aku adlah Raden Bandung Bondowoso putra dari kerajaan Pengging
Pengawal Roro: Putri bukan kah dia orang telah membunuh ayahmu (sambil berbisik pada putri)
Roro Jonggrang: Benarkah?
Bandung bondowoso: Maukah kau menikah denganku?
Roro Jonggrang: tidak semudah itu kau ingin menikahiku. aku punya satu permintaan,buatkanlah aku 10 candi dalam waktu 1 malam. apakah kau sanggup?
Bandung Bondowoso: Baiklah apapun akan aku lakukan untukmu
   Bandung menyanggupi permintaan putri tersebut. Maka segerlah Raden Bandung Bondowoso memerintahkan para jin utnuk membuat kan 10 candi. Ketika mengetahui bahwa candi yang dibuat Bandung akan selesai,maka putri pun memgumpulkan para gadis
Roro Jonggrang: Wahai para gadis! buatlah keadaan agar seolaholah waktu telah pagi
Gadis 1: Dengan cara apa apa putri?
Gadis 2: Apa yang harus kami lakukan?
Roro Jonggrang;  Kalian harus menumbuk lesung padi dan membuat cahaya untuk menerangi candi.
Gadis 3&4: Baiklah putri perintah akan kami lakukan.
    Ketika para gadis menumbuk padi serta di Timur kelihatan terang dan ayam pun berkokok bergantian. Maka para jin berhenti membuat candi
Jin 1: Tuan maaf kami belum menyelesaikan 1 candi lagi karena hari sudah pagi
Semua Jin: Maafkan kami tuan kami harus pergi (meninggalkan Bandung)
Bandung Bondowoso: Mengapa para jin pergi padahal firasatku pagi belum tiba
  Tidak lama Roro Jonggrang menemui Bandung Bondowoso
Roro Jonggrang: Bagaimana? apakah kau sudah menyelesaikan 10 candi itu
   Roro pun menghitung candi dan ternyata jumlahnya hanya 9 candi,tinggal 1 candi yang belum jadi
Roro Jonggrang: Aku sudah berkata bahwa aku menginginkan 10 candi. tapi mengapa hanya 9 candi tang baru selesai?? aku tak mau menikah dengan mu
  Lalu para Gadis datang menemui putri dan Bandung Bondowoso
Bandung Bondowoso: Kau kan yang telah menyuruh para gadis menumbuk padi dan membuat cahaya agar keadaan menjadi pagi
Roro Jonggrang: Siapa para gadis itu? aku tak menyuruhnya!!
Gadis 3: kau mengenal kami putri !
Gadis 4: Dan kau juga yang menyuruh kami!
Semua Gadis: Kau telah berbohong putri!
Bandung Bondowoso: Semuanya sudah jelas,, kau memang cantik tapi hatimu tak secantik rupamu. padahal aku mencintaimu dengan setulus hatiku. terkutuklah kau putri menjadi candi yang ke 10
  Dan sampai sekarang arca patung Roro Jonggrang masih ada di candi Prambanan dan Raden Bandung Bondowoso mengutuk para gadis di sekitar Prambanan menjadi perawan kasep (tua) karena telah membantu Roro Jonggrang, dan menurut kepercayaan orang dahulu bahwa berpacaran di Candi Prambanan akan putus cinta.

Danau toba
“ Asal Usul Danau Toba”
Disusun Oleh :
Andri J. Laksana sebagai Pa Toba
Andika Galih P. sebagai Samosir
Lufita Aditya sebagai Putri
Juliana Limbong sebagai Perempuan 1
Poppy Aprilia S. sebagai Perempuan 2

Di sebuah desa di wilayah Sumatera, hiduplah seorang petani bernama Pa Toba. Ia seorang petani yang hidup seorang diri dan rajin bekerja walaupun lahan pertaniannya tidak luas. Di suatu pagi yang cerah, petani itu pergi memancing di sungai.
Petani              :Ya Allah., Mudah-mudahan hari ini aku mendapat ikan yang besar.

Beberapa saat setelah kailnya dilemparkan, kail tersebut bergoyang-goyang lalu ia segera menarik kailnya.
Petani              :Terima kasih Tuhan, kau memberikanku ikan yang besar, dan ikan ini juga indah sekali. Sisiknya berwarna merah bersinar seperti emas. Hmmm…. Pasti nikmat sekali bila ku makan nanti..
Putri                :Tunggu, kau jangan memakan ku..! Aku bersedia menemanimu asal aku tidak kau makan.
Petani              : Oops….! Siapa yang bicara itu..?? Ada suara, tetapi.. tak ada orang.
Putri                :Ini, aku yang bicara.
Petani              :whaaat..??

Petani melepaskan kailnya tanpa sengaja dan ikan tersebut jatuh. Kemudian tidak berapa lama ikan tadi berubah menjadi seorang gadis yang cantik jelita.
Putri                :Jangan takut pak, aku juga manusia sama seperti engkau. Aku sangat berutang budi padamu karena kau telah menyelamatkanku dari kutukan Sang Dewata. Aku bersedia menjadi istrimu.
Petani              :Benarkah..??
Putri                :Tentu saja..
Petani              :Ngomong-ngomong., siapakah namamu?
Putri                :Namaku Putri, dan kau?
Petani              :Namaku Toba. Mari kita lekas pulang. Aku sudah tak sabar ingin memberitahukan bahwa kau telah menjadi istriku. Hahha…
Putri                :Tapi Toba, ada satu hal yang harus kau rahasiakan tentang diriku. Aku mohon kau tidak menceritakan asal usulku yang berasal dari ikan, karena jika masyarakat itu tahu akan hal tersebut pasti akan terjadi bencana besar yang melanda desa ini.
Petani              :Baiklah, percayakan semua ini padaku. Ayo kita pulang.

Lalu Pa Toba dan Putri pun pulang ke rumah. Saat mereka memasuki kampong Pa Toba, ada beberapa orang yang tidak suka akan kehadiran Putri.
Perempuan 1   :Hei inang, tahu tidak kau itu si Toba tadi ku tengok membawa pulang seorang cewe. Waah.. bodinya mantap.
Perempuan 2   :Baah…. Alaah, paling sic ewe itu dia guna-guna biar tertarik padanya. Kau kan tau si Toba itu BUPUK, alias Bujang Lapuk.
Perempuan 1   :Oh iyayah.. Pintar kali kau ini.
Perempuan 2   :Sudahlah, lekas kita pulang jijik aku melihatnya.

Sebenarnya Putri Mendengar hal tersebut, tetapi dia tidak langsung mengambil pusing. Mereka pun pulang ke rumah dan menjalankan kehidupan mereka layaknya sepasang suami istri. Pa Toba merasa bahagia dan tentram. Setahun kemudian, kebahagiaan Pa Toba dan Putri bertambah karena Putri melahirkan seorang anak laki-laki dan diberi nama Samosir. Samosir tumbuh menjadi seorang anak laki-laki yang sehat dan kuat, tetapi agak nakal. Ia mempunyai kebiasaan yang aneh, yaitu selalu merasa lapar dan ia juga selalu membuat jengkel kedua orangtuanya karena ia tidak pernah mau membantu pekerjaan orang tuanya.




Petani              :Ibu, mana makan siang untukku?
Putri                :Tadi sudah kusiapkan di atas…..
                         Wah Samosir, ke mana makanan tadi?
Samosir           :Sudah kuhabiskan bu.. kan saya ini masih dalam masa pertumbuhan. Sekarang pun sebenarnya aku masih lapar, tapi sudahlah.. aku pergi bermain dulu yaa bu.. dadah bapa…
Petani              :Samosir…!!!! Ah ibu ini selalu saja memanjakan dia, saya ini lapar bu..
Putri                :Sabar ya pak, ingatlah dia kan buah hati kita satu-satunya. Jangan sampai hal sepele seperti ini membuatmu emosi.
Petani              :Ya sudahlah buu.. Buatkan aku makanan sajalah.., perutku sudah lapar sekali.
Putri                :Tunggulah, aku akan membuatkannya.

Petani itu masih bisa menahan kesabarannya. Namun kesabaran seseorang itu pasti ada batasnya. Sampai suatu ketika petani tersebut tidak dapat menahan amarahnya.
Putri                :Samosir, Bantu ibu nak..
Samosir           :Apa sih buu.. aku sedang asyik bermain nih..
Putri                :Bawakan bekal ini untuk bapamu di sawah. Kasihan dia sudah menunggu.
Samosir           :Ah, ibu sajalah yang pergi.
Putri                :Ibu sedang masak Samosir. Cepatlah kau antarkan, nanti bapamu marah.
Samosir           :Ah ibu ini., menggangguku saja. Sini..!!

Dari awal Samoair memang sudah tidak berniat makanan tersebut. Sesampainya di pertengahan jalan.
Samosir           :Jalan ke sawah saja sudah membuatku lelah, lebih baik kumakan saja bekal bapa ini.

Tanpa sadar bekal tadi telah habis dimakan oleh Samosir. Lalu dengan perasaan tak bersalah, Samosir pun pulang dan melanjutkan permainannya. Bapanya yang sudah kepanasan dan kelaparan menunggu memutuskan untuk pulang. Sesampainya di rumah.,
Petani              :Ibu, mana bekal makan siangku..? Kau siapkan tidak, Haah???
Putri                :Tadi kusuruh Samosir untuk mengantarkannya Pa. .
Petani              :Samosir, kemari kau..!!
Samosir           :Apa sih pa? Aku lagi asyik main nih..
Petani              :KAU KEMANAKAN BEKAL MAKAN SIANGKU ??
Samosir           :Aku makan pak.. Habisnya, perjalanan ke sawah membuatku lelah dan lapar..
Petani              :Anak tidak tau diuntung..!!! Tak tau diri…!! Dari tadi aku kelaparan menunggu makanan itu, dan sekarang makanan itu sudah habis… DASAR ANAK IKAN…!!!!
Samosir           :Ibu….,,,,,
Putri                :Cepat kau lari nak…..
                         Bapa, kau telah melanggar janji kita.
Petani              :Tapi aku tidak sengaja, aku sedang emosi. Maafkan aku Putri.
Putri                :Terserah apa katamu… Terimalah apa yang terjadi nanti..!!

Setelah mengucapkan kalimat tersebut, seketika itu juga Samosir dan Putri hilang lenyap tanpa jejak dan bekas. Tiba-tiba menyemburlah air yang sangat deras, sehingga desa petani serta desa yang ada di sekitarnya terendam membentuk sebuah danau dan terdapat pulau kecil di tengahnya. Pulau itu kini dikenal dengan nama Pulau Samosir karena banyak orang beranggapan di sanalah Samosir berdiri untuk menyelamatkan diri, dan danau yang ada di sekitarnya disebut dengan Danau Toba yang merupakan desa di mana Pa Toba tinggal dan terkena rendaman air yang sangat deras itu.

Danau toba
Ada tiga pemain dalam naskah drama yang ditulis berdasarkan cerita rakyat Danau Toba ini. Pertama, Toba selaku tokoh utama; kedua, Putri selaku ikan yang berubah menjadi seorang perempuan yang cantik; ketiga, Samosir selaku putra Toba dan Putri. Naskah drama ini ditulis dan dikembangkan untuk membantu teman-teman yang ingin mementaskan drama yang mengambil setting cerita rakyat Danau Toba - salah satu dari cerita rakyat Indonesia asal Sumatera Utara.

Babak I

1. [Toba, pemuda miskin yang tinggal di Sumatera Utara alias Medan dengan peralatan pancingnya, di atas panggung. Ia hendak memancing]

2. Toba: [dengan logat batak] “Dari pagi tadi hingga sore begini aku memancing, belum satu pun umpan disaut ikan. Kenapa tak ada ikan-ikan memakan umpan pancingku? Apa rasa umpan dari pancingku tidak enak? Atau karena Dewi Fortuna belum berada di pihakku? Aduh, kalau begini, bagaimana aku bisa makan hari ini? Oh, Tuhan, tolonglah hambamu ini…”

3. [Toba melempar umpan yang telah diikatkan pada tali pancing. Setelahnya duduk melamun, menunggu lagi]

4. Toba: [Tali pancang mengencang, tanda umpan dimakan ikan, Toba dengan ekspresi terkejut, sigap memegang joran] “Tampaknya, ikan besar yang menyambar umpanku.”

5. [Toba menarik tali pancing sekuat tenaga, hingga akhirnya seekor ikan mas berhasil ditarik olehnya.]

6. Toba: “Ikan yang besar, lumayan untuk lauk dua hari.”

7. [Ikan yang ditangkap oleh Toba mendadak berubah menjadi wanita berparas cantik nan anggun. Toba terkejut bercampur tidak percaya, saat melihatnya?]
8. Toba: “Putri dari mana kau? Dari kayangankah? Elok sekali paras kau.”
9. Putri: “Ya, aku Putri, dari kayangan, wahai Pemuda. Aku begini gara-gara dikutuk oleh para dewata karena telah melanggar peraturan di kayangan. Telah tersurat, jika aku tersentuh oleh makhluk lain, maka aku akan berubah seperti makhluk itu. Karena aku disentuh manusia, maka aku menjadi manusia.”

10. Toba: “Panjang sekali cerita kau, tak mengerti aku. Ah! Sudahlah, kau pulang dulu ke rumahku nanti kau ceritakan ulang.”
11. [Sesampainya di rumah Toba]
12. Putri: “Inikah rumah Abang? Berantakan sekali!”
13. Toba: “Aku terlalu sibuk mengurusi hal-hal lain di luar rumah. Jadi, tak sempat membersihkan rumah. Pasti kau kira rumahku itu bersih dan indah? Ya, beginilah kalau tinggal sendirian.”

14. Putri: “Lho, Abang sendirian? Orang tua Abang di mana, dari tadi tidak kelihatan?”

15. Toba: “Mereka telah meninggal 3 tahun lalu. Ayahku meninggal terlebih dulu, selang sebulan kemudian baru ibuku menyusul. Eh, tapi sudahlah tak perlu kau pikirkan. Itu sudah berlalu.”
16. Putri: “Maafkan aku. Ngomong-ngomong, nama Abang siapa?”
17. Toba : “Aku, Toba. Kalau kau siapa? Eh, sebentar, katanya kau dari kayangan. Berarti kupanggil kau Putri saja. Lebih elok didengarnya. Eh, tadi kau ngomong mau cerita lagi kenapa kau sampai bisa dikutuk jadi ikan mas. Ceritalah. Aku siap mendengar.”

18. Putri: “Ah! Sudahlah, tak perlu diingat lagi. Aku tak mau mengingat masa laluku. Tadi juga aku sudah berbagi dengan penonton dan Abang, tapi sepertinya Abang agak telat mikir. Yang penting sekarang, aku bisa menikmati rasanya menjadi seorang manusia.”
19. Toba: “Ya, sudahlah kalau kau tak mau cerita lagi.”
[Setelah berada di rumah Toba selama hari, tindak tanduk Putri membuat hati pemuda jomblo itu tertarik. Jadilah, ia mengungkapkan cintanya.]
20. Toba: “Putri, bolehkah aku mengatakan sesuatu pada kau?”
21. Putri: [Mengangguk dan tersenyum]
22. Toba: “Entahlah, apa yang kurasakan ini benar. Hmm, maksudku begini, kita berbeda kelas sosial. Kau Putri dari kayangan. Sementara, aku orang bumi. Hmm, … gimana ya?”
23. Putri: “Katakan saja apa yang ingin kau katakan, Bang…”
24. Toba: “Jujur, sejak melihatmu, entahlah ada yang berbeda pada diriku. Ada semacam getaran di hatiku, melihat paras kau yang elok dan anggun, tutur kata kau yang lembut, dan semuanya. Bisa dikatakan hmm… aku jatuh cinta padamu. Putri maukah menikah denganku?”
25. Putri: “Baiklah. Aku bersedia dengan syarat: Abang tidak boleh mengatakan mengenai asal-usulku. Dan jika kita punya anak nanti, Abang tak boleh memanggilnya dengan sebutan anak ikan. Karena itu menyakitiku juga.”

26. Toba: “Kalau masalah itu kau tak perlu takut. Rahasia ini akan kujaga baik-baik. Mari, kau kukenalkan dengan orang kampung. Kujamin mereka terpesona melihat keanggunanmu.”

27. Toba: “Warga, ayo ke sini! Aku mau mengenalkan kalian dengan calon istriku yang berasal dari i……”
28. Warga kampung: “Toba, ceritakanlah kisah cinta kalian.”

29. Toba: (dengan logat batak yang khas) “Aku bertemu dengannya di desa sebelah. Panjanglah ceritanya, aku sendiri sampai lupa bagaimana detail cerita aku bisa bertemu dengan wanita berparas cantik ini. Aku orang yang beruntung dapat menikahinya.”
Babak II
30. [Toba dan Putri telah menikah dan Toba sudah pindah rumah.]
31. Toba: [masih dengan logat batak yang kental] “Terimakasih atas apa yang sudah kau berikan pada Putri. Berkat kau, aku bisa tinggal di rumah modern seperti ini. Tidak seperti rumahku yang dulu. Sekali lagi terimakasih, Putri.”
32. Putri: “Abang, tidak perlu sungkan. Yang penting, sekarang kita bahagia.”

33. Toba: “Betul betul betul.”

34. Putri: [mengerahkan kesaktian yang dimilikinya] “Abang, ini adalah pemberianku yang terakhir. Setelah ini, kesaktianku akan hilang. Dan, aku tidak bisa memberikanmu sesuatu yang berharga lagi. Pergunakan pemberianku yang terakhir ini sebaik-baiknya.”
35. Toba: “Kau tak perlu takut. Aku pasti menggunakannya untuk hal-hal yang bermanfaat dan takkan menyia-nyiaknnya. Kalau tidak ada kau, mungkin aku masih kerja sendirian di ladang sekarang.”

Babak III

36. [Toba dan Putri dikaruniai bayi laki-laki yang lucu.]
37. Toba: ”Nang, ning, ning, nang, ning, nung. Putri, kau lihat anak kita lucu ‘kali.”
38. Putri: “Iya, Bang. Ngomong-ngomong, anak kita dikasih nama apa, Bang?”
39. Toba: “Bagaimana kalau Samosir?”
40. Putri: [tersenyum] “Samosir, nama yang bagus. Cocok untuk anak kita, Bang.”
Babak IV
41. [Samosir tumbuh menjadi anak yang tampan, tetapi anak ini punya kebiasaan buruk. Anak ini tukang makan. Hal ini seringkali membuat Toba marah.]
42. Toba: [berteriak sambil setengah marah] “Putri, kau tidak masak hari ini? Bagaimana kau ini, tidak tahukah kau aku lelah pulang kerja. Ternyata, sampai rumah aku harus marah lagi.”
43. Putri: “Maaf, Bang. Tadi Samosir merasa sangat lapar. Jadi, bekal buat Abang dimakan sama Samosir. Ini mau saya buatkan lagi bekal untuk Abang. Ditunggu ya, Bang.”

44. Toba: [masih setengah marah] “Ya, sudah kutunggu. Tapi, lain kali jangan diulangi. Mana si Samosir? Samosir, ke mana kau? Sudah kenyang kau makan, Nak? Enak kau makan jatah punya ayahmu ini? Kau, tahu ayahmu ini lelah, letih, dan lesu.”
45. Samosir: “Maaf, Ayah. Tadi, Samosir sangat lapar. Jadi, Samosir makan punya ayah.”
46. Toba: “Ya sudah, ayah maafkan. Tapi lain kali, jangan diulangi ya, mengerti?”
47. Samosir: “Iya, Ayah. Samosir, janji.”
48. Toba: “Bagus.”
49. [Hal ini berlangsung terus sampai akhrinya kesabaran Toba sudah melampaui batas.]

50. Toba: [dengan nada marah] “Samosir, apa yang waktu itu kau janjikan kepada aku? Kau melanggar janjimu. Sekarang, aku harus menghukummu. Kau tidak boleh tidur di rumah ini, sebelum kau bisa mengendalikan rasa laparmu itu!”
51. Putri: [sambil menangis] ”Jangan, Bang! Samosir masih kecil, kalau Samosir sakit bagaimana, Bang? Apa Abang tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi dengan Samosir jika Abang melakukan ini. Samosir tak berdaya, Bang. Dia masih kecil.”
52. Toba: [masih dengan nada marah] “Ini jadinya kalau anak ini terus dimanja. Dia selalu bertindak sesuka hati, tidak memikirkan orang lain. Kalian berdua sama saja.”

53. Putri: [dengan nada memelas] “Sekarang terserah pada Abang! Kalau Abang ingin menghukum Samosir. Silakan! Tapi, Abang harus turuti permintaan saya. Saya minta Abang tidak mengusir Samosir dari rumah. Hanya itu permintaan saya.”
54. Toba: (marah agak mereda] “Samosir, karena ibumu yang meminta, Ayah tidak bisa menolak. Ayah tidak jadi mengusirmu. Tapi kau tetap harus menjalani hukumanmu. Selama seminggu, kau tidak kuizinkan tidur di kamar. Tempat tidurmu di gudang. Mengerti?”
55. Samosir: [sambil menangis] “Iya, Ayah. Samosir mengerti.”

56. [Empat bulan berlalu, Samosir yang sudah bebas dari hukumannya, masih dengan kebiasaannya yang sering lapar. Kali ini, kemarahan Toba sudah memuncak.]
57. Toba: [sangat marah] “Samosir, di mana kau?”
58. Samosir: “Aku di sini Ayah. Ada apa Ayah memanggilku?”
59. Toba: “Jangan banyak bertanya kau! Apakah kau makan lagi bekal untuk Ayah?”
60. Samosir: “Maaf, Ayah! Tadi, Samosir sangat lapar, terpaksa Samosir makan bekal Ayah?”

61. Toba: [menarik cuping telinga Samosir sambil membawanya ke luar rumah] “Kau tahu Ayah dari mana? Kau tahu Ayah ini bekerja di ladang, banting tulang. Untuk siapa? Untuk kau! Tapi, seenaknya saja kau makan bekal Ayah. Sekali, dua kali sudah Ayah maafkan, tapi ini sudah berulang kali. Kau tahu itu bukan?”
62. Samosir: [menangis] “Maaf, Ayah! Samosir akan mencoba untuk tidak mengulanginya lagi. Jangan hukum Samosir lagi Ayah.”
63.Toba: “Sudah! Tak ada lagi kata maaf buat anak nakal seperti kau! Dasar anak kurang ajar. Tidak tahu diuntung. Betul-betul kau keturunan ikan!!”
64. [Sambil menangis, Samosir berlari pulang menemui ibunya di rumah. Kepada ibunya dia mengadukan bahwa dia dipukuli ayahnya. Semua kata-kata cercaan yang diucapkan ayahnya kepadanya diceritakan pula. Mendengar cerita anaknya itu, si ibu sedih sekali, terutama karena suaminya sudah melanggar sumpahnya dengan kata-kata cercaan yang dia ucapkan kepada anaknya itu.]
65. Putri: [Terkejut mendengar cerita Samosir] “Anakku, apa kau jujur? Apakah kau tidak membohongi Ibu?”
66. Samosir: [Menggeleng] “Tidak, Bu. Apa benar aku ini anak ikan, Bu? Jawab, Bu!
67. Putri: “Sekarang, Ibu minta kau untuk tidak mempedulikan perkataan Ayahmu. Segeralah pergi mendaki bukit yang terletak tidak begitu jauh dari rumah kita dan kau harus memanjat pohon kayu tertinggi yang terdapat di puncak bukit itu.”
68. Samosir: “Baik, Bu!”

69. [Samosir segera melakukan perintah ibunya itu. Dia berlari menuju bukit yang dimaksud ibunya, kemudian mendakinya. Ketika tampak oleh ibunya bahwa Samosir sudah hampir sampai ke puncak pohon kayu yang dipanjatnya di atas bukit , dia pun berlari menuju sungai yang tidak begitu jauh dari rumah mereka itu.]

70. Putri: [sambil berlari ke arah sungai] “Sudah tidak ada lagi yang bisa kupercaya. Toba sudah berkhianat!”
71. [Akhir cerita, setibanya Putri di tepi sungai, mendadak langit menggelap, kilat menyambar disertai bunyi guruh yang menggelegar. Putri kemudian melompat ke dalam sungai. Ia berubah menjadi seekor ikan besar lagi. Pada saat yang sama, sungai itu pun banjir besar dan turun pula hujan yang sangat lebat. Beberapa waktu kemudian, air sungai itu sudah meluap ke mana-mana dan tergenanglah lembah tempat sungai itu mengalir. Toba tak bisa menyelamatkan dirinya, ia mati tenggelam oleh genangan air. Lama-kelamaan, genangan air itu semakin luas dan berubah menjadi danau yang sangat besar. Di kemudian hari, orang-orang menyebutnya Danau Toba dan pulau kecil yang berada di tengah-tengahnya dinamai Pulau Samosir.]




Cinderella

Naskah drama Cinderella diadaptasi dari cerita rakyat dunia yang dipopulerkan Brothers Grimm. Cinderella mengisahkan seorang gadis yang ditinggal meninggal kedua orang tuanya. Dia mendapat perlakuan buruk dari ibu tiri serta tiga saudara tirinya. Pertemuannya dengan seorang pangeran tampan mengubah hidupnya untuk selamanya. Penggubah naskah drama Cinderella bahasa Indonesia berdasarkan beberapa sumber dan imajinasi. Mudah-mudah bisa membantu teman-teman yang sedang membutuhkan naskah drama, untuk bisa dikembangkan lebih lanjut.

Naskah Drama Cinderella

[INTRO: DI SEBUAH ISTANA, HIDUPLAH SEORANG GADIS CANTIK BERSAMA IBU TIRI DAN KETIGA KAKAK TIRINYA. GADIS INI MESKIPUN TERLIHAT KOTOR DAN PENUH DEBU, NAMUN SANGATLAH CANTIK DAN BAIK HATI. SEDANGKAN, IBU DAN KETIGA KAKAK TIRINYA SANGATLAH JAHAT. MEREKA MEMPEKERJAKAN GADIS INI DI RUMAHNYA SENDIRI. SETIAP HARI SI GADIS HARUS MENGERJAKAN SELURUH PEKERJAAN RUMAH. IBU TIRINYA SELALU MEMBENTAKNYA. SEMENTARA KETIGA KAKAK TIRINYA SELALU MEMANGGILNYA DENGAN SEBUTAN CINDERELLA, YANG ARTINYA GADIS KOTOR DAN PENUH DEBU. MENURUT KETIGA KAKAK TIRINYA, ITU ADALAH NAMA YANG COCOK UNTUK ANAK PEREMPUAN INI.]

[Babak ke 1. UNDANGAN]

[TEROMPET BERBUNYI. SEORANG UTUSAN KERAJAAN DATANG DIIRINGI PARA PRAJURIT, MENGABARKAN UNDANGAN PESTA RAKYAT YANG AKAN DIHELAT ISTANA. SEMUA ORANG BERKUMPUL, KECUALI CINDERELLA YANG HANYA BISA MELIHAT DARI BALIK JENDELA.]

Utusan Kerajaan: “Pengumuman… pengumuman… Sehubungan dengan akan diadakannya pesta rakyat di istana, maka pihak istana mengundang semua orang untuk turut serta. Silakan hadir pada saat acara berlangsung. Siapapun boleh turut serta. Oiya, pada pesta rakyat tersebut, Pangeran juga akan memilih calon pendamping dari para undangan. Jadi, dandan secantik mungkin, siapa tahu anda yang terpilih.”

[SEMUA ORANG, KHUSUSNYA PARA WANITA, BERSORAK-SORAI. TERMASUK, SAUDARA TIRI CINDERELLA, ANASTASIA, DRIZELLA, DAN FREDERICA.]

Anastasia: “Asyik… pasti Pangeran memilihku untuk menjadi ratunya. Karena, aku paling cantik di sini!”

Drizella: “Siapa kata? Pasti orang itu buta! Jelas aku-lah yang akan menjadi pendamping Sang Pangeran.”

Anastasia: “Kau?! Tidak bisakah kau berbicara sedikit halus?”

Frederica: “Sudahlah, tidak perlu diributkan. Karena yang akan menjadi pendamping Pangeran adalah aku.”

Ibu Tiri: “Hei, kalian ini. Tidak perlu bertengkar. Ibu yakin salah satu anak Ibu ada yang terpilih sebagai pendamping Pangeran. Tapi, siapapun dari kalian yang terpilih tidak perlu dipersoalkan. Karena, nantinya semua itu akan membuatku gembira.”

[SEMENTARA ITU, CINDERELLA YANG BERADA DI BALIK JENDELA KAMAR INGIN IKUT JUGA PESTA ITU.]

[Babak ke 2. KESEDIHAN]

[HARI H PESTA RAKYAT TIBA. ANASTASIA, DRIZELLA, FREDERICA, DAN MENGENAKAN GAUN TERBAIK YANG MEREKA MILIKI. MEREKA BERDANDAN DENGAN DANDANAN PALING CANTIK YANG BISA DILAKUKAN.]

Ibu Tiri: ”Hei, kalian, pakai ini, pakai itu, kau kurang ini, kau kurang itu.” [SIBUK MEMERHATIKAN MAKE UP KETIGA ANAKNYA.]

[CINDERELLA YANG HANYA BISA MELIHAT MEREKA BERDANDAN MENJADI SEDIH. SEBETULNYA, DIA JUGA INGIN BERANGKAT KE PESTA ITU. TAPI, IA MEMAHAMI POSISI DIRINYA, YANG TIDAK BISA IKUT DALAM PESTA RAKYAT ITU. APALAGI, IBU TIRINYA MELARANG. IA MENDESAH.]

Ibu Tiri: “Kau mau ikut?”

Cinderella: [Mengangguk. Matanya menyiratkan harapan.]

Ibu Tiri: “Dengan gaun apa? Pakaian yang kau punya kan lusuh-lusuh begitu? Apa mau pergi ke pesta dengan baju lusuh itu?”

[Babak ke 3. KEAJAIBAN]

[DI KAMAR.]

Cinderella: [MENANGIS TERSEDU-SEDU, KARENA HATINYA KESAL.] “Oh, Tuhan, seandainya ayah masih ada, takkan begini ceritanya. Pasti aku dibelikan gaun terindah untuk ikut pesta itu.”

[SAAT ITU, SEORANG PERI TIBA-TIBA MUNCUL DI HADAPAN CINDERELLA.]

Ibu Peri: “Jangan menangis, anakku. Tidak seharusnya kau bersedih. Tersenyumlah, supaya wajahmu bertambah cantik.”

Cinderella: “Bagaimana bisa aku tersenyum, Ibu Peri? Aku juga ingin datang ke pesta itu seperti kakak-kakakku. Tapi, gara-gara aku tidak punya gaun yang cantik, mereka tidak mengizinkanku.”

Ibu Peri: [TERSENYUM DENGAN RAMAH.] “Cinderella, bawalah empat ekor tikus, dua ekor kadal, dan satu labu yang besar.”

Cinderella: [MUKANYA BINGUNG.] “Untuk apa?”

Ibu Peri: “Sudah kau kumpulkan saja.”

[CINDERELLA MENGUMPULKAN EMPAT EKOR TIKUS, DUA EKOR KADAL, DAN SATU LABU BESAR SESUAI PERMINTAAN IBU PERI.]

Ibu Peri: “Sim salabim!” [MENGAYUNKAN TONGKAT SIHIRNYA KE HEWAN-HEWAN YANG DIBAWA CINDERELLA]

[Empat tikus berubah menjadi kuda. Dua kadal berubah menjadi sais. Dan labu besar berubah menjadi kereta berwarna emas.]

Ibu Peri: “Sepertinya kau membutuhkan gaun baru.” [MENGAYUNKAN TONGKATNYA KEPADA CINDERELLA.]

Cinderella: “Wah, bagus sekali gaun ini, Ibu Peri.” [MELIHAT GAUNNYA BERUBAH MENJADI GAUN BERWARNA PUTIH YANG CANTIK NAN ELEGAN.]

Ibu Peri: “Sebagai sentuhan akhir…” [Ibu Peri mengayunkan tongkatnya, dan tampaklah sepasang sepatu kaca.]

Cinderella: “Ibu Peri, ini… ini…” [TAK KUASA MENAHAN RASA HARUNYA, MEMELUK IBU PERI.]

Ibu Peri: “Oke… oke… Tapi, kau harus ingat bahwa pengaruh sihir ini akan lenyap selepas pukul dua belas malam. Karena itu, pulanglah sebelum lewat tengah malam.”

Cinderella: “Baiklah, Ibu Peri, aku akan mengingat hal tersebut.”

Ibu Peri: “Sekarang berangkatlah!”

[CINDERELLA NAIK KERETA KUDA EMAS, YANG MEMBAWANYA BERANGKAT MENUJU ISTANA.]

[Babak ke 4. PUTRI CANTIK DATANG]

[CINDERELLA TIBA DI ISTANA DAN LANGSUNG MASUK KE AULA ISTANA. BEGITU MASUK, PANDANGAN SEMUA YANG HADIR TERTUJU PADA CINDERELLA. MEREKA SANGAT KAGUM DENGAN KECANTIKAN CINDERELLA, TERMASUK SANG PANGERAN.]

Pangeran: “Putri yang cantik, maukah menari dengan saya?” [SAMBIL MENCIUM PUNGGUNG TANGAN CINDERELLA.]

Cinderella: “Baiklah, Pangeran.”

[CINDERELLA DAN PANGERAN MENARI DALAM ALUNAN MUSIK YANG SYAHDU DIIRINGI PANDANGAN IRI MATA SELURUH TAMU YANG HADIR. IBU DAN KETIGA KAKAK CINDERELLA MERASA IRI PADA PUTRI CANTIK ITU, MEREKA TIDAK MENDUGA BAHWA PUTRI CANTIK ITU ADALAH CINDERELLA.]
Pangeran: “Selama ini, saya mengidamkan wanita seperti Putri.”
Cinderella: [Tersipu-sipu]
[KEDUANYA TERUS BERDANSA HINGGA TIDAK TERASA WAKTU SUDAH MENUNJUKKAN PUKUL DUA BELAS MALAM. LONCENG PUN BERDENTANG-DENTANG.]
Cinderella: “Maaf Pangeran, saya harus segera pulang!”
[CINDERELLA LANGSUNG BERLARI PULANG. DI TENGAH TANGGA, SEPATU KACANYA TERLEPAS. TAPI, CINDERELLA TIDAK MENGGUBRISNYA. IA TERUS BERLARI. PANGERAN MENGEJAR CINDERELLA. TAPI, IA KEHILANGAN JEJAK CINDERELLA. PANGERAN MENEMUKAN SEPATU KACA MILIK CINDERELLA DI TENGAH TANGGA.]

Pangeran: “Aku akan mencarimu.”
[DI TENGAH JALAN PULANG, CINDERELLA BERUBAH KEMBALI MENJADI GADIS PENUH DEBU. NAMUN, IA SUDAH CUKUP BAHAGIA.]



materi PMR untuk Madya

MATERI PMR MADYA
·  “Pilihan yang cerdas untuk berperilaku sehat & aman dirumah, sekolah dan jalan raya”
·  Pentingnya Pertolongan Pertama Dalam kehidupan sehari-hari kita kadang mengalami sakit, cedera atau kecelakaan. Karena itulah kita perlu mengetahui tentang Pertolongan Pertama. Pertolongan Pertama yang biasa disingkat PP yaitu pemberian pertolongan segera kepada korban yang mengalami sakit atau cedera secara mendadak sebelum korban dibawa ke tempat rujukan (fasilitas kesehatan terdekat).
PP BERTUJUAN UNTUK:
1. Menyelamatkan jiwa korban. Agar tidak meninggal di tempat.
2. Mencegah cacat, misalnya luka yang membekas.
3. Memberikan rasa nyaman dan membantu proses penyembuhan.
APA KEWAJIBAN PELAKU PP?
1. Mengutamakan keselamatan diri sendiri dan orang lain.
2. Meminta bantuan kepada yang lebih ahli.
3. Memberi pertolongan kepada korban dengan cepat dan tepat sesuai dengan keadaan korban.
4. Membantu pelaku PP yang lainnya.
·  Alat Perlindungan Diri (APD)
 APD itu adalah alat yang digunakan agar kita tidak tertular penyakit. Alat perlindungan diri tidak perlu mahal. Contohnya : - Sarung tangan lateks - Masker penolong - Kacamata pelindung Kamu Harus Tau! Darah dan semua cairan tubuh bisa menularkan penyakit...! Selain APD, dalam melakukan PP kita juga memerlukan beberapa peralatan. Misalnya : - Kasa Steril - Pembalut gulung / perban - Pembalut perekat / plester - Gunting pembalut - Bidai - Pinset - Senter - Selimut 4
·  D alam melakukan Pertolongan Pertama (PP), Kita juga harus tahu apa itu Anatomi dan Faal Dasar. Anatomi adalah ilmu urai tubuh. Yaitu ilmu yang mempelajari susunan dan bentuk tubuh. Sedangkan ilmu faal yaitu ilmu yang mempelajari fungsi bagian dari alat atau jaringan tubuh disebut Fisiologi.
BAGIAN-BAGIAN TUBUH MANUSIA
Tubuh manusia dilindungi oleh kulit dan diperkuat oleh rangka.
Umumnya tubuh manusia dibagi menjadi 5 bagian, yaitu : Kepala Terdiri dari : tengkorak, wajah dan rahang bawah Leher Batang Tubuh Terdiri dari : dada, perut, punggung dan panggul .
Anggota Gerak Atas Terdiri dari : sendi bahu, lengan atas, siku, lengan bawah, pergelangan tangan,tangan. Anggota Gerak Bawah Terdiri dari : sendi panggul, tungkai atas (paha), lutut, tungkai bawah, pergelangan kaki, kaki. 6

·  TENTANG RONGGA
Selain pembagian tubuh, ternyata tubuh kita terdapat 5 (lima) buah rongga, yaitu :
1. Rongga Tengkorak Rongga ini berisi otak dan melindunginya.
2. Rongga Tulang Belakang Berisi bumbung syaraf atau “spinal cord” terbentuk dari rongga-rongga tulang belakang menyatu membentuk suatu kolom.
3. Rongga Dada Sering juga disebut rongga toraks. Dilindungi oleh tulang-tulang rusuk, berisi jantung, paru-paru, pembuluh darah besar, kerongkongan dan saluran pernapasan.
4. Rongga Perut Rongga ini terletak diantara rongga dada dan rongga panggul. Dalam dunia medis dikenal dengan istilah abdomen. Di dalam rongga ini terdapat berbagai organ pencernaan dan kelenjar seperti lambung, usus, limpa, hati, empedu, pangkreas dan lainnya.
5. Rongga Panggul Rongga ini dibentuk oleh tulang – tulang panggul, berisi kandung kemih, sebagian usus besar dan organ reproduksi dalam.  
·  Seperti layaknya mesin, tubuh kita juga memiliki sistem yang bekerja di dalam tubuh. Pada manusia sistem tubuh adalah susunan dari organ-organ yang mempunyai fungsi tertentu. Dalam tubuh manusia ada banyak sistem, diantaranya yang terpenting adalah:
1.


Sistem pernapasan
2. Sistem peredaran darah
3. Sistem saraf
4. Sistem Otot
5. Sistem rangka                                                                     
6. Sistem pencernaan
7. Sistem kemih
8. Sistem kelenjar buntu
9. Kulit
10. Panca indera
11. Sistem reproduksi



·  Penilaian Korban
APA YANG HARUS KITA LAKUKAN KETIKA MENEMUKAN KORBAN?
Tindakan penilaian korban terdiri dari :
1.         Penilaian keadaan Pada saat sampai di lokasi kejadian, hal yang pertama kali harus dilakukan adalah menilai keadaan sekitar. Apakah aman atau tidak bagi dirinya. Jika ragu lebih baik minta bantuan kepada orang dewasa. INGAT ! Amankan Diri Sendiri Terlebih Dahulu, Keselamatan Penolong Nomor 1 2. Penilaian dini Langkah ini digunakan untuk menentukan korban karena penyakit atau cedera.
2.         Pada penyakit sebaiknya minta bantuan orang lain. Setelah itu langkah yang kita lakukan adalah sebagai berikut.
3.    a. Memeriksa Respon Ada empat tingkatan respon korban, yaitu : 1. Awas 2. Suara 3. Nyeri 4. Tidak Respon selalu ingat ASNT b. Memastikan jalan napas terbuka dengan baik Jika korban tidak respon, gunakanlah teknik angkat dagu dan tekan dahi. c. Untuk menilai pernapasan Setelah jalan napas berjalan dengan baik maka penolong harus menilai pernapasan korban dengan cara : Ê Lihat Ê Dengar Ê Rasakan 10
·  d. Menilai denyut nadi Sebelum melakukannya, kita lihat dulu kondisi korban apakah sadar atau tidak. Jika sadar, cara yang digunakan adalah dengan meraba nadi pergelangan tangan (radial). Sedangkan bagi korban yang tidak sadar, nadi yang diperiksa adalah di bagian leher (Carotis) Korban Sadar Korban Tidak Sadar e. Hubungi Bantuan Usahakan untuk segera minta bantuan rujukan. Kita bisa meminta bantuan kepada orang lain atau melakukannya sendiri. Misalnya dengan telepon. JANGAN LUPA!!! Catat Nomor Telepon Penting Darurat di tempatmu...!! 11

·  3. Pemeriksaan Fisik Tindakan ini melibatkan penglihatan, perabaan dan pendengaran. Tanda apa saja yang perlu kita temukan saat melakukan pemeriksaan fisik??? 1. Apakah ada Perubahan bentuk pada bagian tubuh si korban? 2. Apakah ada Luka terbuka (terlihat jelas) pada tubuh korban? 3. Apakah korban merasakan Nyeri saat bagian tubuhnya kita raba atau tekan? 4. Apakah ada Bengkak pada tubuh korban? Agar lebih mudah mengingatnya, kita menyebut tanda-tanda tersebut dengan isilah PLNB. Untuk pemeriksaan lebih lanjut kondisi korban, perlu dilakukan pemeriksaan yang lebih lengkap dari ujung kepala sampai ujung kaki. 1. Kepala Ê Telinga Ê Hidung Ê Mata Ê Mulut 2. Leher 3. Dada 4. Perut 5. Punggung 6. Panggul 7. Anggota gerak atas dan bawah pada pemeriksaan anggota gerak selain PLNB juga lakukan pemeriksaan gerakan, sensasi dan sirkulasi. 12

·  Lebih Tahu Tetang LUKA 13
KLASIFIKASI LUKA Luka dapat dikelompokan menjadi 2 (dua), yakni :
1. Luka Terbuka Umumnya kerusakan jaringan lunak ini darah keluar dari pembuluh darah sehingga terjadi perdarahan. Luka terbuka terjadi bila kulit rusak dan terlihatnya darah contoh : Ú luka lecet Ú luka sayat Ú luka robek Ú luka tusuk Ú luka sobek Ú amputasi
2. Luka Tertutup Luka tertutup yaitu bila darah tidak terlihat. Contoh : Ú Memar Ú Benjol Ú Remuk 14

·  MENGAPA PERLU MENGGUNAKAN PENUTUP LUKA?
Bila ada luka yang berdarah, sebaiknya luka dibersihkan dengan antiseptik kemudian ditutup. Penutup luka ini penting karena mempunyai fungsi sebagai berikut. - Membantu menghentikan perdarahan - Mencegah kuman masuk ke dalam luka
APA SAJA YANG BISA DIGUNAKAN UNTUK MENUTUP LUKA? - Kasa steril Penutup kain kasa Penutup berperekat Penutup buatan sendiri
TENTANG PEMBALUT LUKA... Agar penutup luka tidak terlepas dari tempatnya, maka gunakan pembalut luka untuk menahannya. Kegunaan pembalut untuk membantu menghentikan perdarahan. Fungsi pembalut luka : - Penekan untuk menghentikan perdarahan - Mempertahankan penutup luka pada tempatnya - Menjadi penopang bagian tubuh yang cedera Beberapa contoh pembalut luka : - Pembalut gulung (perban) - Pembalut segitiga (mitela) - Pembalut rekat (plester) 15

·  PEDOMAN DALAM MENUTUP DAN MEMBALUT LUKA
Penutupan Luka - Penutup luka harus meliputi seluruh permukaan luka - Bersihkan luka sebelum ditutup Pembalutan Luka - Jangan membalut terlalu kencang dan terlalu longgar - Jangan biarkan ujung sisa pembalut terurai - Khusus pada anggota gerak pembalutan dilakukan dari bawah keatas (ke arah jantung ) - Lakukan pembalutan dalam posisi yang diinginkan
APA YANG SEHARUSNYA KITA LAKUAKAN SAAT KITA ATAU TEMAN KITA TERLUKA??? Sebelum melakukan penanganan, kita pastikan dulu jenis lukanya apakah terbuka atau tertutup. Untuk luka terbuka, penanganan yang dilakukan: 1. Pastikan daerah luka terlihat 2. Bersihkan daerah sekitar luka 3. Cegah terjadinya infeksi 4. Lakukan penutupan luka dan pembalutan 5. Baringkan korban 6. Tenangkan korban 7. Rujuk ke fasilitas kesehatan Sedangkan untuk luka tertutup, khususnya memar penanganannya yakni : 1. Beri kompres dingin pada memar 2. Tekan memar dengan menggunakan kompres dingin 3. Bila terjadi pada alat gerak, maka tinggikan lebih tinggi dari jantung 16

·  PATAH TULANG Kita Cari Tahu Yuk.
 Agar kita dapat berdiri dengan tegak, tubuh kita perlu ditopang oleh susunan tulang-tulang yang ada di dalam tubuh. Tulang- tulang itulah yang membantu kita bergerak sesuai dengan yang kita inginkan. Walaupun kuat, kalo terbentur benda keras dari luar bisa berakibat fatal lho... Tulang kita bisa patah!!! Serem banget kan?! Makanya, ayo kita belajar bersama......
 PATAH TULANG ITU... Terputusnya jaringan tulang. Inilah Gejala dan Tanda telah Terjadi Patah Tulang! - Adanya perubahan bentuk. Bagian yang patah terlihat aneh bila dibandingkan saat sehat. - Daerah yang patah sukar digerakkan bahkan mungkin tidak dapat. - Terdengar suara berderik pada daerah yang patah - Bengkak di daerah patah - Memar di daerah patah - Ujung tulang mungkin terlihat pada patah tulang terbuka

JENIS PATAH TULANG
1. Patah tulang terbuka • Bagian tulang yang patah terlihat dari luar
2. Patah tulang tertutup • Bagian tulang yang patah tidak terlihat dari luar Patah Tulang Tertutup Patah Tulang Terbuka
·  Biasanya pada kasus patah tulang dibutuhkan BIDAI. Yaitu suatu alat bantu untuk menghindari pergerakan, melindungi dan menstabilkan bagian tubuh yang diduga patah.

PENTINGNYA PEMBIDAIAN Pembidaian dilakukan dengan tujuan dibawah ini. - Mencegah pergerakan atau pergeseran dari ujung tulang yang patah. - Mengurangi rasa nyeri. - Mengistirahatkan anggota badan yang patah. - Mengurangi cedera yang baru disekitar bagian tulang yang patah. - Mempercepat penyembuhan.
PEDOMAN UMUM PEMBIDAIAN Pedoman ini sangat penting untuk mengurangi kesalahan dalam pembidaian:
1. Jika korban sadar, sampaikan rencana tindakan kepada korban.
2. Pastikan bagian yang cedera dapat dilihat dan rawatlah perdarahan bila ada.
3. Nilai gerakan, sensasi, sirkulasi (GSS) pada bagian yang menjauhi batang tubuh sebelum melakukan pembidaian.
4. Siapkan alat seperlunya (misal bidai dan mitella).
5. Upayakan tidak mengubah posisi yang cedera.
6. Jangan memasukkan bagian tulang yang patah.
7. Bidai harus meliputi dua sendi dari tulang yang patah.
8. Ikatan jangan terlalu keras dan jangan longgar.
9. Ikatan harus cukup jumlahnya dimulai dari sendi yang banyak bergerak.
10.Selesai dilakukan pembidaian dilakukan pemeriksaan GSS kembali.

·  LUKA BAKAR Luka bakar yaitu semua cedera yang terjadi akibat paparan suhu yang tinggi. Yang perlu diwaspadai! Penyebab Luka Bakar, antara lain : 1. Panas, contoh : api, uap panas, benda panas 2. Listrik, contoh : aliran listrik dirumah, petir 3. Kimia, contoh : soda api, air aki (zuur) 4. Radiasi, contoh : sinar matahari (ultra violet), bahan radioaktif Penggolongan Luka Bakar Berdasarkan luas lapisan kulit yang mengalami cedera,
Luka bakar dikelompokkan menjadi :
1. Luka bakar derajat satu (permukaan) meliputi permukaan kulit yang paling atas (kulit ari/epidermis).
2. Luka bakar derajat dua. sedikit lebih dalam.
3. Luka bakar derajat tiga. lapisan yang terkena tidak terbatas bahkan sampai kedalam tulang dan rongga dalam.
Penangangan Luka Bakar :
1. Alirkan air biasa ke daerah yang luka, bila ada bahan kimia alirkan air terus menerus selama 20 menit atau lebih
2. Lepaskan pakaian dan perhiasan, jika pakaian melekat pada luka bakar gunting sekitarnya jangan memaksa untuk melepasnya
3. Tutup luka bakar, gunakan penutup luka steril ( kasa steril ), jangan memecahkan gelembung. 4. Jangan gunakan mentega, odol, oli, kecap, kopi, air es. 5. Rujuk ke fasilitas kesehatan 22

·  PEMINDAHAN KORBAN  
Saat melihat orang pingsan, kita secepatnya ingin menolong dan membawanya ke tempat yang aman, tapi terkadang kita tidak memperhatikan gerakan tubuh sehingga menimbulkan dampak cedera pada diri sendiri. Untuk menghindari hal itu, pemindahan korban dilakukan dengan tepat dan hati-hati.
MEKANIKA TUBUH
Mekanika tubuh menggunakan gerakan tubuh penolong yang baik dan benar untuk memudahkan pengangkatan dalam pemindahan korban. Tujuannya untuk menghindari terjadinya cedera pada penolong. Prinsip dasar pemindahan korban : 1. Jangan dilakukan jika tidak perlu 2. Melakukan sesuai dengan cara yang benar 3. Kondisi fisik penolong harus baik dan terlatih Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pemindahan korban : 1. 2. 3. 4. Nilai kesulitan yang mungkin terjadi pada saat pemindahan. Rencanakan gerakan sebelum mengangkat dan memindahkan korban. Jangan memindahkan dan mengangkat korban jika tidak mampu. Gunakan otot tungkai, panggul serta otot perut. Hindari mengangkat dengan otot punggung dan membungkuk. 5. Jaga keseimbangan. 6. Rapatkan tubuh korban dengan tubuh penolong saat memindahkan dan mengangkat korban. 7. Perbaiki posisi dan angkatlah secara bertahap.

·  LEBIH JAUH TENTANG PEMINDAHAN KORBAN
Berdasarkan keselamatan penolong dan korban, pemindahan korban digolongkan menjadi dua, yaitu :
1. Pemindahan Darurat Dilakukan bila ada bahaya yang mengancam bagi korban dan penolong. Contoh : - Ancaman kebakaran - Ancaman ledakan - Ancaman bangunan runtuh - Ancaman mobil terguling, bensin tumpah - Adanya bahan-bahan berbahaya - Orang sekitar yang berprilaku aneh - Kondisi cuaca yang buruk Contoh cara pemindahan darurat : - Tarikan lengan - Tarikan bahu - Tarikan baju - Tarikan selimut
2. Pemindahan Biasa Dilakukan jika keadaan tidak membahayakan korban maupun penolong.

TEKNIK ANGKAT LANGSUNG DENGAN TIGA PENOLONG :
1. Ke tiga penolong berlutut pada salah satu sisi korban , jika memungkinkan beradalah pada sisi yang paling sedikit cedera
2. Penolong pertama menyisipkan satu lengan dibawah leher dan bahu, lengan yang satu disisipkan dibawah punggung korban
3. Penolong kedua menyisipkan tangan dibawah punggung dan bokong korban
4. Penolong ketiga menyisipkan lengan dibawah bokong dan dibawah lutut korban
5. Korban siap diangkat dengan satu perintah
6. Angkat korban keatas lutut ketiga penolong secara bersamaan
7. Sisipkan tandu yang akan digunakan dan atur letaknya oleh penolong yang lain
8. Letakkan kembali penderita diatas tandu dengan satu perintah yang tepat
9. Jika akan berjalan tanpa memakai tandu, dari langkah no 6 teruskan dengan memiringkan korban ke dada penolong
10. Berdiri secara bersamaan dengan satu perintah
11. Berjalanlah kearah yang dikehendaki dengan langkah bertahap

·  Teknik Mengangkat Tandu : Penolong dalam keadaan berjongkok di keempat sisi tandu dan akan mengangkat tandu. 1. tempatkan kaki pada jarak yang tepat 2. punggung harus tetap lurus 3. kencangkan otot punggung dan otot perut. Kepala tetap menghadap kedepan dalam posisi netral 4. genggamlah pegangan tandu dengan baik 5. pada saat mengangkat punggung harus tetap terkunci sebagai poros dan kekuatan konstraksi otot seluruhnya pada otot tungkai 6. saat menurunkan tandu lakukan langkah diatas pada urutan selanjutnya .  

·  PENYAKIT MENDADAK 27  Gejala : - Demam - Nyeri - Mual - Buang air kecil berlebihan atau tidak sama sekali - Pusing, perasaan mau pingsan, merasa akan kiamat - Sesak atau merasa sukar bernapas - Rasa haus atau rasa lapar berlebihan, rasa aneh pada mulut Tanda : - Tidak sadar, bingung dan gelisah - Nadi cepat atau sangat lambat, tidak teratur, lemah atau sangat kuat - Pernapasan tidak teratur - Perubahan keadaan kulit : suhu , kelembaban , keringat berlebihan, sangat kering termasuk perubahan warna pada selaput lendir (pucat, kebiruan dan terlalu merah) - Pupil mata sangat lebar atau sangat kecil - Bau khas dari mulut atau hidung - Kejang, kelumpuhan - Muntah, diare PENTING! Bila kamu menemukan gejala atau tanda seperti yang tersebut diatas, maka sebaiknya diperiksakan ke fasilitas kesehatan.
APA ITU PINGSAN?
 Kenali Penyebabnya… - Peredaran darah ke otak berkurang - Kelelahan - Kekurangan makanan
·  Waspadai…! Inilah gejala dan tandanya…… - Perasaan mau jatuh - Pandangan berkunang-kunang, telinga berdenging. - Lemas, keluar keringat dingin. - Menguap. - Denyut nadi lambat. Apa yang harus kita lakukan bila ada korban pingsan??? 1. Baringkan korban dengan tungkai ditinggikan. 2. Longgarkan pakaian. 3. Usahakan korban menghirup udara segar. 4. Periksa cedera lainnya. 5. Beri selimut, agar badannya hangat. 6. Biarkan korban istirahat dahulu bila kesadarannya pulih 7. Bila tidak cepat pulih, maka: • Periksa napas dan nadi • Posisikan stabil • Rujuk ke fasilitas kesehatan PERINGATAN!!! Jangan memberi rangsangan bau-bauan apapun…!

·  KERACUNAN
·  KERACUNAN Pengertian Racun Suatu zat yang bila masuk dalam tubuh dalam jumlah tertentu dapat menyebabkan reaksi tubuh yang tidak diinginkan bahkan dapat menimbulkan kematian. Reaksi kimianya merusak jaringan tubuh atau mengganggu fungsi tubuh. Harus dibedakan dengan reaksi obat karena reaksi obat dalam tubuh memang diinginkan, namun ada kalanya terjadi reaksi obat yang tidak di inginkan . Beberapa contoh zat yang berupa racun : insektisida, sianida (pada singkong beracun), racun binatang (ular, kalajengking, dll). Keracunan pada manusia dapat terjadi karena faktor-faktor berikut : - Sengaja (Bunuh diri) - Tidak sengaja (makanan,minuman, udara beracun)
Berdasarkan jalur masuknya racun kedalam tubuh manusia,
keracunan dibagi menjadi empat : 1. Keracunan melaui mulut/alat pencernaan Gejala : - Mual muntah - Nyeri perut - Diare - Napas berbau - Suara parau - Luka bakar pada daerah mulut - Adanya sisa racun didaerah mulut - Mulut berbusa Penanganan : - Beri minum anti racun umum (norit, susu, putih telur, air kelapa, air mineral). - Usahakan si penderita muntah. Jangan muntahkan bila menelan asam/basa kuat, minyak, penderita kejang, penderita tidak sadar.
·  2. Keracunan melalui pernapasan Gejala : - Sesak napas - Kulit kebiruan (sianosis) - Napas berbau - Batuk - Suara parau Penanganan : - Beri oksigen bila ada - Rujuk ke fasilitas kesehatan segera 3. Keracunan melalui kontak/penyerapan (kulit) Gejala : - Kulit daerah kontak berwarna kemerahan - Nyeri - Melepuh dan meluas Penanganan : - Buka baju penderita - Bila racun berupa serbuk sikat sampai bersih - Siram bagian yang terkena racun dengan air (minimal 20 Menit) - Jangan siram kulit dengan air yang terkena soda api 4. Keracunan melalui suntik/gigitan Gejala : - Luka didaerah suntikan/gigitan - Nyeri pada daerah gigitan - Kemerahan - Perubahan warna kulit Penanganan : - Rujuk ke fasilitas kesehatan Waspadai Keracunan! Gejala dan Tanda Umumnya : - Penurunan kesadaran, gangguan status mental (gelisah, ketakutan) - Gangguan pernapasan - Nyeri kepala, pusing, gangguan penglihatan - Mual, muntah, mulut berbusa - Lemas, lumpuh, kesemutan - Pucat, kebiruan (sianosis) - Kejang-kejang - Syok - Denyut nadi tak beraturan 51
·  Gigitan Ular Bila seseorang penderita luka gigitan ular menunjukkan gejala dan tanda maka berarti keadaannya serius dan perlu penanganan khusus. Beberapa gejala dan tandanya! - Demam - Mual dan muntah - Pingsan - Lemah - Nadi cepat dan lemah - Kejang - Gangguan pernapasan Cara menangani gigitan ular - Amankan diri penolong dan tempat kejadian - Tenangkan penderita - Lakukan penilaian dini - Rawat luka, bila perlu pasang bidai. - Rujuk ke fasilitas kesehatan Alternatif lain yang bisa digunakan - Pemakaian pembalut elastis - Identifikasi ular bila memungkinkan JANGAN MEMAKAI TORNIKET  
·  Tri Bakti PMR Meningkatkan Keterampilan Hidup Sehat Ingin jadi remaja yang berkarakter bersih dan sehat? Bener banget kalau temen-temen milih gabung di PMR. Karena di PMR kita belajar tentang pertolongan pertama, remaja sehat peduli sesama, kesehatan remaja, ayo siaga bencana, dan donor darah. Berkarya dan Berbakti di Masyarakat Karena kita makhluk sosial, maka kehidupan kita gak akan pernah lepas dengan orang lain. Udah tahukan kalo ngebantu sesama itu penting? Dan yang lebih penting, membantu sesama itu menyenangkan lho. Nggak salah lagi kalo temen-temen gabung PMR, karena disitu memang tempat berkumpulnya remaja yang peduli, kreatif dan bersahat. Di PMR kita bisa bareng-bareng bantu sesama. Mempererat Persahabatan Nasional dan International Pengen punya banyak teman? Apalagi punya teman dari daerah bahkan negara yang berbeda? Aku punya berapa teman. Buanyak deh. Apalagi sejak gabung PMR. Aku punya temen dari Papua, Toraja, Aceh, Palembang, juga dari Belanda, Jepang, Denmark, Australia, Malaysia, Singapore, Philipina,...gak terhitung lagi. Dengan gabung PMR, kita akan belajar bagaimana menjalin persahabatan dengan orang lain. Bisa nasional bisa international. Asyiiik!!


5